<!-- --><style type="text/css">@import url(https://www.blogger.com/static/v1/v-css/navbar/3334278262-classic.css); div.b-mobile {display:none;} </style> </head><body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d2401782729915949707\x26blogName\x3dCil\x27s+Cozy+Corner\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dSILVER\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://jcily.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://jcily.blogspot.com/\x26vt\x3d5502615249830686487', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
moi
Photobucket

Yosely. Cily. Jo. 郭臻璎。
Full time student. Translator and tutor.
Sarcasm plus cynicism mixed with genuine concern.
LOVE reading.
SHOEaholic.
Addicted to Western TV series.
Introvert AND extrovert at the same time.



wish list
NO REGRET
college again, major in Japanese literature
move out from Medan
a new phone
♥ a new digital camera
♥ great main job + fun side job
♥ certainty ;)

next to read
Wuthering Heights ~ Emily Brontë
The Book of Tomorrow ~ Cecelia Ahern
那个女孩叫 Feeling ~ 藤井树

daily reads

standing ovation to
This blogskin is proudly presented to you by Anna May with an icon from The Fading Night.

my other hideouts
days by days
Paper Heart
Tuesday, April 17, 2012 @ 5:55 PM

Dia. Bukan tunggal, melainkan jamak. Dia dan Dia.

Siapa yang harus kita salahkan atas kehadiran Dia dan Dia di kehidupan kita? Aku? Kamu? Entahlah. Aku sudah lelah mempertanyakan itu. Suka atau tidak, Dia dan Dia telah menjadi bagian hidup kita.

Bukan cuma sekali aku berkhayal, bagaimana keadaan kita sekarang jika saja aku (atau kamu) tidak terlalu naif mengartikan kebersamaan kita. Di saat orang lain menamai segala sesuatu, kita memilih untuk terperangkap di dalamnya, antara ada dan tiada. Kita tidak pernah mempermasalahkan label, mungkin itulah kelemahan kita.

Lalu Dia muncul. Disusul oleh Dia.

Aku tidak suka berpura-pura bahwa Dia dan Dia tidak mempengaruhi ikatan kita. Aku tidak suka menutup mata atas ketidakadilan yang kita berikan dan terima. Aku tidak suka membohongi Dia dan Dia. Aku tidak suka bermain petak umpet dengan Dia dan Dia.

Dia dan Dia tidak bodoh, kita tahu itu. Mereka hanya memilih untuk tidak direpotkan oleh ketidaktahuan kita. Iya, kita yang bodoh.

Tak terasa, sudah bertahun-tahun kita membodohi Dia dan Dia, serta orang-orang yang (dulunya mungkin) peduli dengan kita, dan sialnya, kita juga membodohi diri kita sendiri.

Berapa lama lagi kita akan terus begini? Aku tak tahu. Dan jujur saja, aku juga tak mau tahu. Biarlah aku terperangkap dalam rasa nyaman yang semu ini.

Kalau kamu?

darLINKs